the third dawn in a far day

Category: pengalaman

my pain, my life

haha, judulnya nggak nguati rek –”

by the way, minggu pagi gini, buka laptop, mau ngirim video ke laptop buat tugas presentasi, eh laptop nyandet. ga tau deh knapa, laptopku penuh sampah. banyak file nya ayah sama mas ku yang berantakan, ada di mana-mana. pengen tak delete smua, tapi ntar pasti kena marah. -_____-”

karena laptop nyandet akhirnya beralih buka mozilla, nyambangi blog lagi. yihaaa :D

eh, iseng-iseng pagi ini aku googling tentang penyebab sering bersin di pagi hari. nemu banyak referensi. seperti :

1. bersin-bersin di pagi hari biasanya disebabkan oleh sensitif dengan udara dingin pagi hari, apalagi kalau musim hujan (rhinitis vasomotor). ada beberapa orang yang daya tahan tubuhnya relatif rendah di pagi hari, karena memang selama kita tidur di malam hari itu, semua sistem tubuh secara otomatis ikut melambat (dalam keadaan santai), dan keadaan santai ini terus berlanjut sampai kita bangun dan sarapan pagi; setelah sarapan pagi tersebut daya tahan tubuh kita akan ikut bangun sedikit demi sedikit. oleh karena itu, selain berkaitan dengan reaksi alergi, daya imun tubuh kita juga harus ditingkatkan untuk mengatasi bersin-bersin dan akhirnya hidung berlendir (flu) tersebut. flu disebabkan oleh virus influenza, dan sebenarnya sekali virus itu ‘hinggap’ di tubuh kita, virus itu tidak bisa benar-benar kita lenyapkan, kita hanya bisa menekannya dengan daya imun yang baik sehingga virus tidak menginfeksi.

mau tau lebih lengkap? klik di sini

2. tanya jawab antara Nyonya X dan Dokter Y tentang putranya yang sering bersin dan batuk di pagi hari. “beberapa minggu ini dia sering batuk dan bersin kalau pagi subuh. dia juga sering mengeluh cepat lelah kalau berjalan jauh. kami sudah ke dokter dan anak saya dikatakan menderita asma padahal dia tidak pernah sesak dan tidak ada keturunan asma di keluarga kami.”
jawab dokternya : “dari dalam tubuh bisa berupa infeksi virus( yang paling sering), sinusitis ataupun stress sampai perubahan hormonal seperti saat menstruasi. Semua faktor pencetus bersifat individual artinya setiap orang mempunyai faktor pencetus masing-masing yang khas yang berbeda dengan orang lain.”

selengkapnya di sini

nah ini yang paling lucu, waktu googling aku banyak menemukan artikel semacam ini

3. bersin itu punya arti berdasarkan waktunya, contoh :
# Bersin antara jam 06 – 07 pagi hari bermakna akan ada ajakan untuk makan-makan
# Bersin antara jam 07 – 08 pagi hari bermakna akan ada keberuntungan yang tak terduga
dst.

yang ini mentolobeyudz -_____-”
mau tau selengkapnya? di sini

anyway, aku googling hal-yang-agak-gak-penting-ini karena hampir tiap pagi aku selalu bersin-bersin nggak karuan. berharap bukan penyakit yang sama kayak ayah. dan berharap itu hanya kejadian yang sama kayak hasil googlingku nomer 1 di atas. amin :)

Surabaya Punya Gunung?

Sebenernya kejadiannya udah beberapa hari yang lalu. Tapi berhubung selama berhari-hari aku nggak sempet online  lewat PC jadinya baru ditulis sekarang.

Jadi gini ceritanya. Waktu itu Surabaya diguyur hujan sehari penuh. Padahal kalo dihitung-hitung sebenernya udah masuk musim kemarau. Tapi hujan sama sekali nggak menyurutkan semangatku buat pergi ke sekolah (halah!). Ya, aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Belajar sampai jam 14.00. Tapi nggak langsung pulang karna ada rakor.

Aku baru pulang sekitar jam 16.00. Seperti biasa aku dijemput Ibuk naek motor. Kalo dari Smala mau ke rumah, harus menuju ke arah utara. Secara rumahku emang deket sama Suramadu. Nah, sampai jalan akses menuju Suramadu, harus puter balik untuk menuju ke gang rumahku.

Akhirnya motor Ibuk puter-balik seperti biasa dan alhasil sekarang menuju ke arah selatan. Jalan akses Suramadu itu kayak jalan tol. Belum ada pohonnya. Jadi pandangan bisa lurus ke depan tanpa hambatan. Nah, waktu ngadep ke arah selatan itu, tiba-tiba aku ngeliat gunung yang gedeeeee banget. Gunungnya warna biru. Padahal sebelumnya aku nggak pernah ngeliat gunung itu ada di selatan Surabaya.

Pertanyaanku adalah : Sejak kapan Surabaya punya gunung? Itu gunung apa?

Ada yang bisa menjelaskannya padaku? ^_^

Nikah itu Mahal

Judul di atas jangan diartikan  sebagai makna menikah, resepsi pernikahan, atau apapun. Makna menikah memang mahal. Manfaatnya banyak. Resepsi juga bisa menghabiskan uang puluhan juta bahkan milyaran. Tapi di sini bukan itu yang akan aku ceritakan. Apa kamu tahu? Untuk bisa mendapat predikat dan surat resmi tentang “Si A telah menikah dengan si B dan tercatat di Kantor KUA XXXX” ternyata membutuhkan uang yang nggak sedikit jumlahnya.

Jadi gini ceritanya. Siang itu panaaaaaas banget, tapi ibuk minta aku untuk nemenin ke Kantor KUA di Kecamatan rumahku.  Bukan, bukan untuk mendaftarkan pernikahanku, tapi untuk mendaftarkan pernikahan kakakku yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.

Setelah melewati Pantai Kenjeran, terus muter-muter nyari gang nya, akhirnya sampai juga di sebuah kantor warna hijau yang menurutku lebih mirip rumah pribadi ini. Di parkirannya cuma ada 2 motor. Awalnya aku mikir, “Bener nggak sih ini Kantor KUA? Sepi amat!” Tapi memang bener kok. Di dekat pagar ada papan bertuliskan “KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BULAK”. Wew, okee. Ibuk masuk dan aku ikuti dari belakang. Di situ ada 2 orang petugas. Yang perempuan lagi sibuk ngetik di depan mesin ketik (masih ada juga ternyata). Dan yang laki-laki melayani kedatangan kami. Dan ibuk terlibat percakapan yang kurang lebih begini :

Ibuk : “Assalamu’alaikum”

Petugas : “Wa’alaikumussalam. Silahkan masuk, Bu.”

Ibuk : “Iya, Pak. Ini saya mau mendaftarkan pernikahan anak saya.”

Petugas : “Oh, ibuk tinggal di kelurahan mana?”

Ibuk : “Bulak. Kenapa Pak? Harus melalui Mudzin (tokoh agama setempat, red.) dulu?”

Petugas : “Iya, Buk. Nggak enak sama Pak Mudzin nya kalo nggak melalui beliau.”

Ibuk : “Oh.. Terus bayarnya kira-kira berapa?”

Petugas : “Pak Mudzin nya pasti lebih tahu. Ibu langsung ke sana aja.”


Okee. Pada intinya, pengorbanan ibuk sama aku yang naek motor jauh dan panas itu ternyata tidak membuahkan hasil. Waktu keluar dari kantor dan menuju parkiran. Ibuk nyeletuk gini, “Kalo lewat Pak Mudzin pasti jauh lebih mahal nih.” Aku iseng-iseng tanya ke ibuk, “Emang berapa bayarnya?” Ibuk bilang, “Kalo langsung ke KUA paling sekitar 250-300 ribu, Dek. Tapi kalo lewat Pak Mudzin ya bisa sampai 500.000.” Dan aku melongo seketika. Gilaaaa, mahal amat. Yang ada di bayanganku paling cuma 50.000 atau maksimal ya 100.000 lah. Tapi ternyata 5 kali lipat lebih mahal dari bayanganku. Wow, wonderful!

Sambil siap-siap pakai jaket, sarung tangan, helm, penutup hidung, dsb. Aku mulai berkomentar yang waktu itu agak beremosi yang sebenernya lebih mirip ceramah. Aku bilang gini ke ibuk, “Mahal banget ya? Itu kan cuma surat sih? Diketik trus diprint. Trus ntar ditandatangani gitu doang kan? Gila, mahal amat, Buk. Pantesan aja di Indonesia banyak yang kumpul kebo. Mau nikah resmi aja mahalnya minta ampun. Iya kalo orang mampu sih nggak apa-apa. Uang 500.000 mah kecil. Lha kalo untuk pemulung kan itu mahal banget. Terus kalo yang nggak mampu jadi kumpul kebo, kumpul kebo itu sama dengan berzina, terus yang dosa siapa dong? Kan petugas-petugasnya ini juga dosa. Termasuk Pak Mudzin nya.”

Setelah aku puas mengoceh sendiri kayak burung beo itu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku menoleh ke belakang. Ternyata salah satu petugasnya tadi udah di samping pintu deket parkiran untuk buang sampah. Dan dia melihat ke arahku, sepertinya mendengarkan celotehanku juga. Lalu senyum kecut ke aku. Dan aku melongo untuk yang kedua kalinya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 491 other followers