Sel Pembentuk Bangsa

by tsalitsafajrina

Memang, tak habis-habis jika semua problematika yang melanda bangsa ini diuraikan. Masalah kesehatan dan pendidikan salah satunya. Tak ada yang dapat mengubah keadaan bila hanya merutuki kegelapan, nyalakanlah lilin maka kau akan melihat titik terang.

Seperti analogi tubuh manusia, sel adalah bagian terkecil. Lalu secara bertingkat, bagian-bagian itu membentuk jaringan, organ, dan menjadikannya suatu sistem di dalam tubuh. Begitu sempurna dan menakjubkan keagunganNya yang terdapat dalam tubuh ini, dalam tiap denyut jantung dan desah napas kita. Dan disadari atau tidak, itulah kita para manusia yang merupakan sel-sel pembentuk bangsa ini. Jika merutuki sistem kesehatan di Indonesia, tentu organ,jaringan, dan sel-sel yang ada di dalamnya lah yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Mustahil memperbaiki sistem tanpa ada perbaikan sel pembentuknya. Akan penuh dengan kesia-siaan karena hanya akan saling mengorosi dan menggerogoti. Namun, tak pernah ada sel-sel yang bertahan sendiri untuk membangun sebuah sistem yang baik. Harus selalu bekerja sama, satu sama lain. Tidak ada kata kompromi untuk mundur dan menyerah dengan keadaan. Akankah kita menjadi sel yang berapoptosis alias harakiri? Membunuh diri sendiri karena putus asa. Tidak sedikit penyakit dalam tubuh ataupun dalam bangsa ini yang diakibatkan oleh sel-sel pembentuknya yang sakit dan akhirnya menyerah dan berapoptosis diam-diam bahkan bermutasi menjadi ganas, menjelma menjadi sel kanker yang mematikan. Begitupun, tak akan pernah ada seorang yang hebat dengan sendirian, karena ia akan digilas oleh hiruk pikuknya keegoisan yang tak kenal ampun.

(Malapraktik, hal. 76-77)

Advertisement