the third dawn in a far day

Sel Pembentuk Bangsa

Memang, tak habis-habis jika semua problematika yang melanda bangsa ini diuraikan. Masalah kesehatan dan pendidikan salah satunya. Tak ada yang dapat mengubah keadaan bila hanya merutuki kegelapan, nyalakanlah lilin maka kau akan melihat titik terang.

Seperti analogi tubuh manusia, sel adalah bagian terkecil. Lalu secara bertingkat, bagian-bagian itu membentuk jaringan, organ, dan menjadikannya suatu sistem di dalam tubuh. Begitu sempurna dan menakjubkan keagunganNya yang terdapat dalam tubuh ini, dalam tiap denyut jantung dan desah napas kita. Dan disadari atau tidak, itulah kita para manusia yang merupakan sel-sel pembentuk bangsa ini. Jika merutuki sistem kesehatan di Indonesia, tentu organ,jaringan, dan sel-sel yang ada di dalamnya lah yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Mustahil memperbaiki sistem tanpa ada perbaikan sel pembentuknya. Akan penuh dengan kesia-siaan karena hanya akan saling mengorosi dan menggerogoti. Namun, tak pernah ada sel-sel yang bertahan sendiri untuk membangun sebuah sistem yang baik. Harus selalu bekerja sama, satu sama lain. Tidak ada kata kompromi untuk mundur dan menyerah dengan keadaan. Akankah kita menjadi sel yang berapoptosis alias harakiri? Membunuh diri sendiri karena putus asa. Tidak sedikit penyakit dalam tubuh ataupun dalam bangsa ini yang diakibatkan oleh sel-sel pembentuknya yang sakit dan akhirnya menyerah dan berapoptosis diam-diam bahkan bermutasi menjadi ganas, menjelma menjadi sel kanker yang mematikan. Begitupun, tak akan pernah ada seorang yang hebat dengan sendirian, karena ia akan digilas oleh hiruk pikuknya keegoisan yang tak kenal ampun.

(Malapraktik, hal. 76-77)

Jadilah Pasien Cerdas

Jika suatu saat Anda berhadapan dengan seorang dokter yang mengatakan Anda atau anggota keluarga Anda menderita suatu penyakit, jangan takut untuk bertanya tentang apapun itu. Puaskan rasa gundah, rasa cemas, dan rasa ingin tahu Anda. Jangan pernah takut merasa pertanyaan-pertanyaan itu dianggap bodoh oleh dokter. Karena terkadang pertanyaan-pertanyaan yang tampak bodohlah yang sulit untuk dijawab. Dan sadar atau tidak, pertanyaan-pertanyaan Anda itulah yang akan menolong Anda, menolong sang dokter untuk membantu Anda melawan penyakit, juga menolongnya dari tuduhan malpraktik.

(Malapraktik, hal. 44)

UP!

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

“Cross your heart. Cross it! Cross your heart!” Ellie said to Carl, “Good, you promised. No backing out!”

Pikiranku Terbalik?

image

Kalau yang terjadi padaku, “Saat semuanya menjadi tidak sesuai harapan, hal yang paling susah adalah tidak menyalahkan diri sendiri.”
Eh, jangan-jangan selama ini pikiranku terbalik.

Na’udzubillahi Min Dzalik

 

Too Sweet

Terlibat percakapan di tengah keheningan malam.

Me: Bu ga tidur? Kok masih laptopan ae. Wes malem lho.
Ibu: Lho wes mari ta belajarmu?
Me: Udah.
Ibu: Lhoalah yawes tiduro. Ibu nyalakno laptop nemenin kamu belajar. Ini wes nanggung. Wes arep selesai kok ketikane ibu.

This is not the first time dan selalu berakhir dengan aku yang tidur duluan. Semacam aku jadi malin kundang yang sopan atau ibu yang terlalu baik? Mom always has a big love that you can’t buy from anyone in this world. Good night, mom.

This is What Life’s about

Ah, Ibu

image

At a Glance, Sistem Reproduksi, halaman 43

“Pada awalnya embrio hanya menggunakan komponen sel ibu untuk berkembang……”

Pernah ada suatu masa saat hidup kita sangat bergantung pada kasih sayangnya, pada pengorbanannya, pada selnya, pada hidupnya. Bahagiakan ia, meskipun tak ada nominal yang dapat membalas jasanya. Jadilah anak sholeh/sholehah agar menjadi tabungan amalnya yang tak terputus kelak. Doakan selalu ia, ibumu yang tak pernah lelah bermunajat padaNya agar engkau selalu bahagia.

PD 2011

Image

Here we are.

Mahasiswa Pendidikan Dokter 2011 bersama dengan Dosen & Staf Departemen Biologi Kedokteran Fakutas Kedokteran Universitas Airlangga. Foto diambil saat akhir sesi Biomed Farewell Party, Kamis, 22 Desember 2011, di Ruang Kuliah Propadause.

They are awesome, aren’t they? Wish us luck for the final exams. Ciao!

Untuk Wanita Perindu Surga


“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:
1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan
2. Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Hal yang harus digarisbawahi adalah bahwa seseorang yang telah berjilbab, jika jilbabnya tidak sesuai syariat, tetap bisa masuk neraka. Apalagi yang belum. Jadi, mau nunggu apa lagi? Yuk, segera nyusul! *wink*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 471 other followers