Posted by: tsalitsafajrina on: June 12, 2009
Entahlah apa yang terjadi, tapi aku merasa aku bukanlah seorang Tsalitsa yang dulu. Aku bukan lagi anak kecil. Bukan lagi seorang wanita yang akan menangis saat mengalami masalah. Bukan lagi seorang wanita yang mudah merasa terpuruk. Bukan lagi.
Hal ini sangat terlihat waktu UAS kemarin. Entah kenapa, aku yang dulu akan sangat kecewa bahkan menangis dalam hati saat diumumkan remidi, sekarang hanya tertawa melihat namaku ada di daftar. Waktu Onky bilang, “Cha, kamu remidi PKn sama Geografi.” “HAHAHAHAHAHAHA”, itulah tanggapanku.
Kalau lagi ada masalah, kadang aku akan pura-pura baik-baik saja di depan temen-temenku dan biasanya akan murung di rumah. Diem. Nggak ngerti harus gimana. Pengen marah tapi nggak bisa. Tapi sekarang aku nggak gitu lagi. Walaupun remidi yang biasanya membuatku sedih di rumah sama sekali nggak mengusikku. Di rumah aku baik-baik aja. Nggak kenapa-kenapa.
Aku juga bilang BIASA ke ibukku, “Buk, aku remidi.” Biasa aja.. Padahal dulu aku akan sangat takut (baca : sungkan) bilang ke ibuk seperti itu.
What happen with me? I don’t know.
Mungkin ini terjadi karena aku sudah sangat amat lelah untuk menangis, sudah capek untuk bersedih, sudah jenuh untuk terpuruk. Aku cuma pengen menghadapi semuanya dengan ketawa. Terasa menjadi sangat ringan lho. Tapi kadang juga kerasa tambah berat karena rasa sakit itu hanya ada di dalam, tak sedikit pun keluar.
Yang aku rasakan sekarang adalah ketika aku tidak merepotkan orang lain dengan masalahku, bisa melihat orang lain bahagia, tanpa mereka harus tahu apa yang terjadi atau apa yang aku rasakan, sesungguhnya semua itu terasa lebih indah dan membuatku kuat.
Posted by: tsalitsafajrina on: June 6, 2009
FOUR NAMES THAT FRIENDS CALL YOU:
lisa, icha, ichalitsa, tsaa
FOUR MOST IMPORTANT DATES IN YOUR LIFE:
september 28 ; march 2 ; december 8, 2008 ; that’s all
FOUR THINGS YOU’VE DONE IN THE LAST 30 MINUTES:
eating, sleeping, watching, interneting
FOUR WAYS TO BE HAPPY:
being around those people i love, watching spongebob, eating ice cream, drinking coffee
FOUR PEOPLE YOU MISS FROM YOUR PAST:
Atina Maulia, 8D’s people, 9i’s people (i absolutely miss them)
FOUR GIFTS YOU WOULD LIKE TO RECEIVE :
Nikon SLR (i really want)
FOUR OF YOUR FAVORITE HOBBIES (CURRENTLY):
listening to the jazz music, talking, singing and screaming loudly
FOUR PLACES YOU WANT TO GO FOR VACATION:
Lombok, Mecca, Egypt, France
FOUR FAVORITE DRINKS:
mineral water, tea, coffee, milkshake
FOUR THINGS ALWAYS FOUND IN YOUR BAG:
mobile phone, wallet, pen, notebook
FOUR FAVORITE COLORS:
white, black, blue, pink
TOP FOUR HANGOUTS:
everywhere with my lovely people
TOP FOUR U LOVE SO MUCH:
ibu, ibu, ibu, ayah
TOP FOUR ASIAN ACTORS
nothing
FOUR “THINGS” SPECIAL TO YOU:
I don’t know
FOUR FAVOURITE “UNUSUAL” SONGS:
nothing, I like the usual one
FOUR EVENTS YOU WILL NEVER FORGET:
8D’s pesta kelas, 9i’s in bali, p9asus’s cheerliar, p9asus on vacation
FOUR THINGS YOU OFTEN DID WHEN YOU WERE A KID:
I don’t know
TOP FOUR WHO YOU WANT TO ANSWER THIS SURVEY:
Afina Ray, Hestia, Ais, that’s all
TOP FOUR REASONS WHY YOU ANSWERED THIS SURVEY:
i’ve been tagged by Aje “thankyou aje
“
Posted by: tsalitsafajrina on: June 1, 2009
Pada tau dong lagunya Seventeen yang judulnya “Lelaki Hebat“?
Nah, inilah lagu Seventeen versi saya :
♪ Aku takkan pernah kau kalahkan
Walau kau coba hancurkan aku
Aku kan slalu tetap berdiri
Merasa hebat merasa kuat
Aku wanita tak terkalahkan
Meski hati ini kau patahkan
Tetap tegar untuk diriku
Melupakanmu dari hidupku
Reff:
Aku memang tak sebodoh yang kau pikirkan
Karna ku punya semua mimpi dan tak semudah
itu kau lenyapkan
Dan aku terlalu kuat untuk kau taklukkan
Trimalah ini sayang ♪
Posted by: tsalitsafajrina on: May 17, 2009
Sebenernya kejadiannya udah beberapa hari yang lalu. Tapi berhubung selama berhari-hari aku nggak sempet online lewat PC jadinya baru ditulis sekarang.
Jadi gini ceritanya. Waktu itu Surabaya diguyur hujan sehari penuh. Padahal kalo dihitung-hitung sebenernya udah masuk musim kemarau. Tapi hujan sama sekali nggak menyurutkan semangatku buat pergi ke sekolah (halah!). Ya, aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Belajar sampai jam 14.00. Tapi nggak langsung pulang karna ada rakor.
Aku baru pulang sekitar jam 16.00. Seperti biasa aku dijemput Ibuk naek motor. Kalo dari Smala mau ke rumah, harus menuju ke arah utara. Secara rumahku emang deket sama Suramadu. Nah, sampai jalan akses menuju Suramadu, harus puter balik untuk menuju ke gang rumahku.
Akhirnya motor Ibuk puter-balik seperti biasa dan alhasil sekarang menuju ke arah selatan. Jalan akses Suramadu itu kayak jalan tol. Belum ada pohonnya. Jadi pandangan bisa lurus ke depan tanpa hambatan. Nah, waktu ngadep ke arah selatan itu, tiba-tiba aku ngeliat gunung yang gedeeeee banget. Gunungnya warna biru. Padahal sebelumnya aku nggak pernah ngeliat gunung itu ada di selatan Surabaya.
Pertanyaanku adalah : Sejak kapan Surabaya punya gunung? Itu gunung apa?
Ada yang bisa menjelaskannya padaku? ^_^
Posted by: tsalitsafajrina on: May 9, 2009
Judul di atas jangan diartikan sebagai makna menikah, resepsi pernikahan, atau apapun. Makna menikah memang mahal. Manfaatnya banyak. Resepsi juga bisa menghabiskan uang puluhan juta bahkan milyaran. Tapi di sini bukan itu yang akan aku ceritakan. Apa kamu tahu? Untuk bisa mendapat predikat dan surat resmi tentang “Si A telah menikah dengan si B dan tercatat di Kantor KUA XXXX” ternyata membutuhkan uang yang nggak sedikit jumlahnya.
Jadi gini ceritanya. Siang itu panaaaaaas banget, tapi ibuk minta aku untuk nemenin ke Kantor KUA di Kecamatan rumahku. Bukan, bukan untuk mendaftarkan pernikahanku, tapi untuk mendaftarkan pernikahan kakakku yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.
Setelah melewati Pantai Kenjeran, terus muter-muter nyari gang nya, akhirnya sampai juga di sebuah kantor warna hijau yang menurutku lebih mirip rumah pribadi ini. Di parkirannya cuma ada 2 motor. Awalnya aku mikir, “Bener nggak sih ini Kantor KUA? Sepi amat!” Tapi memang bener kok. Di dekat pagar ada papan bertuliskan “KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BULAK”. Wew, okee. Ibuk masuk dan aku ikuti dari belakang. Di situ ada 2 orang petugas. Yang perempuan lagi sibuk ngetik di depan mesin ketik (masih ada juga ternyata). Dan yang laki-laki melayani kedatangan kami. Dan ibuk terlibat percakapan yang kurang lebih begini :
Ibuk : “Assalamu’alaikum”
Petugas : “Wa’alaikumussalam. Silahkan masuk, Bu.”
Ibuk : “Iya, Pak. Ini saya mau mendaftarkan pernikahan anak saya.”
Petugas : “Oh, ibuk tinggal di kelurahan mana?”
Ibuk : “Bulak. Kenapa Pak? Harus melalui Mudzin (tokoh agama setempat, red.) dulu?”
Petugas : “Iya, Buk. Nggak enak sama Pak Mudzin nya kalo nggak melalui beliau.”
Ibuk : “Oh.. Terus bayarnya kira-kira berapa?”
Petugas : “Pak Mudzin nya pasti lebih tahu. Ibu langsung ke sana aja.”
Okee. Pada intinya, pengorbanan ibuk sama aku yang naek motor jauh dan panas itu ternyata tidak membuahkan hasil. Waktu keluar dari kantor dan menuju parkiran. Ibuk nyeletuk gini, “Kalo lewat Pak Mudzin pasti jauh lebih mahal nih.” Aku iseng-iseng tanya ke ibuk, “Emang berapa bayarnya?” Ibuk bilang, “Kalo langsung ke KUA paling sekitar 250-300 ribu, Dek. Tapi kalo lewat Pak Mudzin ya bisa sampai 500.000.” Dan aku melongo seketika. Gilaaaa, mahal amat. Yang ada di bayanganku paling cuma 50.000 atau maksimal ya 100.000 lah. Tapi ternyata 5 kali lipat lebih mahal dari bayanganku. Wow, wonderful!
Sambil siap-siap pakai jaket, sarung tangan, helm, penutup hidung, dsb. Aku mulai berkomentar yang waktu itu agak beremosi yang sebenernya lebih mirip ceramah. Aku bilang gini ke ibuk, “Mahal banget ya? Itu kan cuma surat sih? Diketik trus diprint. Trus ntar ditandatangani gitu doang kan? Gila, mahal amat, Buk. Pantesan aja di Indonesia banyak yang kumpul kebo. Mau nikah resmi aja mahalnya minta ampun. Iya kalo orang mampu sih nggak apa-apa. Uang 500.000 mah kecil. Lha kalo untuk pemulung kan itu mahal banget. Terus kalo yang nggak mampu jadi kumpul kebo, kumpul kebo itu sama dengan berzina, terus yang dosa siapa dong? Kan petugas-petugasnya ini juga dosa. Termasuk Pak Mudzin nya.”
Setelah aku puas mengoceh sendiri kayak burung beo itu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku menoleh ke belakang. Ternyata salah satu petugasnya tadi udah di samping pintu deket parkiran untuk buang sampah. Dan dia melihat ke arahku, sepertinya mendengarkan celotehanku juga. Lalu senyum kecut ke aku. Dan aku melongo untuk yang kedua kalinya.
Posted by: tsalitsafajrina on: May 5, 2009
Sebenarnya sih nggak ngerti maksudnya, tapi dilakuin aja deh. Takut ntar dikrawuk AfinaRay aka Vivin yang nge-tag aku, hehehe.. Peace Vin ^^v
Once you’ve been tagged, you are supposed to copy and paste and answer these questions about yourself. You have to tag your friends then.
1. What time did you get up this morning? 4.30 AM
2. Diamonds or pearls? diamonds = jauhari :p
3. What was the last film you saw at the cinema? forgot, Madagascar maybe :p
4. What is your favorite TV show? NOT “Termehek-mehek”, of course
5. What do you usually have for breakfast? friedrice
6. What is your middle name? Fajrina
7. What food do you dislike? emm, the spicy one
8. What is your favorite CD at moment? nothing
9. What kind of car do you drive? can’t drive :p
10. Favorite sandwich? just the ordinary one
11. What characteristic do you despise? emotional
12. Favorite item of clothing? veil ;p
13. If you could go anywhere in the world on vacation, where would you go? Kairo, Mesir
14. Favorite brand of clothing? Rabbani?
15. Where would you retire to? wherever with my family
16. What was your most recent memorable birthday? my 12th b’day
17. Favorite sport to watch? F1 Racing and MotoGP
18. When is your birthday? September, 28th
19. Are you a morning person or a night person? both :p
20. What is your shoe size? 36 – 37
21. Pets? arwana :p
22. Any new and exciting news you’d like to share with us? I’ve had a blog to be shared :p
23. What did you want to be when you were little? doctor
24. How are you today? good
25. What is your favorite candy? fox’s
26. What is your favorite flower? jasmine
27. What is a day on the calendar you are looking forward to? none
28. What are you listening to right now? Happy Life by Tompi
29. What was the last thing you ate? an omelette
30. Do you wish on stars? no
31. If you were a crayon, what color would you be? white maybe?
32. How is the weather right now? hot, so hot
33. The first person you spoke to on the phone today? call center of 147
34. Favorite soft drink? coca cola zero
35. Favorite restaurant? wapo
36. Real hair color? black
37. What was your favorite toy as a child? barbie
38. Summer or winter? winter
39. Hugs or kisses? none
40. Chocolate or Vanilla? chocolate
41. Coffee or tea? both
42. When was the last time you cried? emm, forgot
43. What is under your bed? floor
44. What did you do last night? editing p9asus’s photo
45. What are you afraid of? doomsday?
46. Salty or sweet? depends
47. How many keys on your key ring? don’t have any
48. Favorite day of the week? sunday
49. How many towns have you lived in? 1, Surabaya
50. Do you make friends easily? depend
51. Favorite animal? cat
Nah, sekarang aku bingung ngelanjutin ke siapa. Ke Peka sama Ririe aja deh! LANJUTKAN!
Posted by: tsalitsafajrina on: May 3, 2009
Memang nggak ada habisnya membahas tentang keluarga kedua saya, P_9ASUS.
Waktu hari-hari UNAS SMA, pasti jadi hari yang sangat menegangkan buat mbak-mas yang udah kelas XII, tapi jadi sangat menyenangkan buat kelas X & XI yang bisa libur SEMINGGU FULL ^^v
Ceritanya…
Kami, para anggota P_9ASUS merencanakan liburan ke Kota Batu, Malang. Dan spontan aja pas ditanya sama Renno, “Kalian mau liburan brapa hari?” Dengan sangat pedenya saya teriak dari belakang, “3 hari 2 malem!” Si Mbik sempet kaget denger saya ngomong gitu. Kenapa dia kaget? Karena dia pikir saya anak kecil yang pasti nggak dibolehin orang tua pergi lama-lama (kamu salah Mbik! :p). Dan atas usulan saya itu, anak-anak setuju.
Tibalah saatnya kami berangkat ke sana. Ngumpul dulu di rumah Rani jam 8. Tapi akhirnya berangkat jam 9 gara-gara nungguin Vesti sama Akbar yang lamaaaaaa bgt.
Di bus kehebohan dimulai, gara-gara pak sopirnya muter CD MP3 yang isinya KangenBand, ST12, Wali, dan semacamnya.. Vesti langsung teriak-teriak. Seperti kita tau, dia geli bgt denger lagunya ST12, hehe. Sekedar info, lagu yang lumayan cuma D’Masiv
Sampai Malang, kami nggak langsung ke villa. Mampir dulu ke Pasar Songgoriti buat beli berkilo-kilo jagung & mentega, plus foto-foto tentunya, hehe.
Abis gitu langsung melucur ke villa.
Villanya enaaaaaak bgt. Lengkap. Letaknya di depan Hotel Purnama. Viewnya, udaranya subhanallah enak bgt.Villa ini punya 2 lantai. 2 kamar besar di lantai bawah buat yang cowok. 3 kamar sedang di lantai atas buat yang cewek. Setiap kamar punya kamar mandi dan 2 tempat tidur. Di halaman belakang ada kolam renang dan semacam joglo kecil di sebelahnya. Pada intinya, villa ini bikin betah.
Sore hari, pas kami ngerasa mulai kedinginan sampai pada bikin teh anget buat menghangatkan badan. Eh, tidak diduga Mbik njebur kolam yang airnya dingin banget itu. Tante sempet bilang, “Bukan Mbik namanya kalau nggak kontroversial” :p
Habis gitu kami nonton film “Wanted”. Filmnya aneh banget sebenernya. Awalnya saya kira keren, film action gitu. Tapi ternyata aneh, pelurunya bisa belok-belok. Sangat tidak masuk akal, haha. Tapi nggak papa lah. Lumayan.
Malam itu rencananya kami mau ke BNS (Batu Night Spectaculer,red.). Tapi karena hujan gerimis romantis yang nggak abis-abis itu, kami pun memutar rundown. Malam itu dipakai bakar-bakar jagung. Abis makan malam dan sholat Isya’, kami turun ke kolam bawah. Di joglo kecil yang dihiasi lampu-lampu bola itu kami bakar-bakar jagung sambil gitaran dan nyanyi-nyanyi. Sambil foto-foto juga pastinya ^^
Sekitar jam setengah 11 saya dan Rani masuk ke kamar. Dengerin lagunya Vidi Aldiano-Cinta Jangan Kau Pergi. Mungkin karena saking menghayatinya kami langsung ketiduran dengan music player hape yang masih nyala, hehe. Saya nggak tau anak-anak yang lain ngapain malam itu. Katanya sih ada yang foto-foto di tengah jalan. Ada juga yang beli nasi goreng.
Besoknya, pagi-pagi abis sholat shubuh, Mbik njebur LAGI ke kolam yang dinginnya nggak karuan itu, dan akhirnya disusul cowok-cowok yang laen. Wuw. Yang cewek-cewek pada nyiapin makanan di dapur. Ada yang nonton TV. Ada juga yang pada mandi, siap-siap ke Jatim Park.
Jam 9 kami meluncur ke Jatim Park. Beli tiket dan masuk. Dalam perjalanan ke arena permainan, kami harus lewat ruang biologi, fisika, dkk. Di situ kami foto-foto sampai memblokade jalan, hehe.
Okee, waktunya maen. Anak-anak pada naek Tornado yang sangat memacu jantung dan adrenalin. Tapi jujur saya akui, saya nggak berani. Jantung saya nggak kuat. Takut kalo tiba-tiba pingsan, hehe.
Akhirnya saya cuma masuk ke tempat-tempat yang sifatnya berpetualang. hoho.
Jam 4, waktunya pulang. Tapi Novita, saya, Vivin, Gerda, Papi, Odit, Akbar, nyangkut di Bird Park gara-gara makanan kita nggak dateng-dateng. Wuw. Apalagi aku kalo makan lamaaaaa bgt. Ya sudaaahh. Anak-anak menunggu. Maaf ya kawan.. Udah gitu pas turun, mau keluar, tante minta tolong ke mushola dulu buat ngambil jaketnya yang ketinggalan. Akhirnya kami nyantol lagi.. Nungguin yang ikhwan-ikhwan itu sholat..
Kembali ke bus.. Takut anak-anak marah. Tapi ternyata nggak — Alhamdulillah
Abis gitu kita ke BNS.. Wah ternyata keren bgt.. Viewnya subhanallah. Lampu-lampunya indah bgt. Permainannya juga nggak kalah seru..
Saya sama temen-temen yang cewek-cewek pada naek “Kursi Terbang”. Ada yang tau? Pokoknya semacam kursi yang digantung trus di puter-puter. Tinggi bgt. hehe.
Trus ke foodcourt, makan.. Tempat foodcourtnya enak. — Thanks to Bapak Operatornya yang muter lagu-lagu jazz. ^^v
Abis makan maen lagi. Masuk 4D Cinema. Keren bgt, hehe. Suara saya habis, teriak-teriak di tempat itu.. Abis gitu naek speda angin berdua sama Andini.. Enak adem. Bisa liat BNS dari atas..
Terus balik ke foodcourt, liat pertunjukan air sama lampu-lampu. Tapi sayang, lagu yang diputar — Kucing Garong. Wew..
Jam 9 malem kami balik ke villa. Nonton film Trans TV sampai malem. Bersih-bersih dapur sama ruang tengah. Nyapu ngepel. Trus ngobrol sama Tante, Vivin, Novita di kamar ngributin masalah lemari, kasur, dan gorden.. Buat mami, maaf mengganggu tidurmu waktu itu. hahaha. Jam 1 malem saya tidur di sbelah tante, hehe.
Bangun jam 5 pagi, membangunkan anak-anak sevilla buat sholat Shubuh. Pagi itu jauh lebih dingin dari sbelumnya. Semua anak jadi males mandi. Anak-anak pada maen uno toletan bedak basah dan maen blackjack toletan arang bekas bakar jagung. Hahaha.
Beberapa yang cewek-cewek termasuk saya masak di belakang. Masak cap cay + telur dadar. Enaaaaak. Trus mandi, sarapan, siap-siap pulang..
Di jalan mampir dulu ke Bakpo Telo, beli oleh-oleh, Sholat Dhuhur, trus ditraktir tante makan pangsit mie telo.. Enak sih, tapi karena warnanya yang ungu saya jadi nggak nafsu. Akhirnya mie saya dimakan Mbik dan setelah itu Mbik mengaku kepada saya, “Cha, aku ngelu. Sawangane aku mendhem telo iki” = (“Cha, aku pusing. Kayaknya aku mabuk telo ini”). Hahaha. Baru tahu saya ada mabuk bernama mabuk telo. But anyway, makasi tante traktirannya
Melanjutkan perjalanan ke Surabaya, banyak yang kecapekan dan tidur. Saya nggak bisa tidur gara-gara Firda, Vesti, Renno ribut-ribut di sekitar saya. Mereka maenan gelembung trus ditiup ke anak-anak yang lagi tidur. Haha. — Ya Allah, ampunilah mereka
Sampai rumah Rani lagi, nunggu jemputan.. Ketawa-ketiwi bareng anak-anak yang belum dijemput. Akhirnya ibuk datang bawa motor. Menjemput saya. Dan saya sampai rumah lagi.. Alhamdulillah
Jujur, saya sangat mencintai setiap detik bersama kalian.
Thanks for the beautiful memories, kawan…
>.<
Lihat juga cerita lainnya dari Afina Ray di sini
Posted by: tsalitsafajrina on: May 3, 2009
Smala, 10 maret 2009
Tanggal 9 adalah ulang tahunnya Bahalwan “balbalan” Apriansyah, ketua kelas X-9 (kelasku tercinta hahaha). Tapi berhubung tanggal 9 itu hari libur (hari Maulid Nabi), jadinya dia merasakan “penderitaan” hari Selasa tanggal 10 Maret 2009.
“Derita”nya dimulai sejak dia nyampe sekolah. Si absen 33 uda melancarkan serangan ke Bahalwan dengan nyembunyiin wadah minumnya di meja guru. hahaha
Si absen 33 juga yg nyembunyiin kotak pensilnya Bahalwan ke kelas X-8 (yang waktu itu lagi kosong karna anak-anaknya lagi ke lab.komp). Dan aku melihat kelakuan temanku itu sambil ketawa puas ![]()
Dan bodohnya Bahalwan nggak sadar kalo barang-barangnya udah pada hilang ditelan bumi ;p
Waktu Bahalwan lagi kluar kelas, anak-anak mulai corat-coret papan tulis. Dengan alasan : hari ini hari Selasa dan Bahalwan jadwalnya piket. Jadi dia yg harus menghapus papan tulis itu, hahaha.
Pas bahalwan lagi menghapus papan tulis dengan sabarnya, anak-anak mulai teriak dari belakang, termasuk saya.
“Bahalwan, itu masih ada yang kotor”
“Bahalwan, kamu kesinio skarang taaa”
“Bahalwan, tugas kimia ini lhooo, gimana se kamu itu?”
Intinya, Bahalwan dibuat sesibuk dan seribet mungkin.
Ternyata dia sadar kalo dia dikerjain. Dia bertanya dengan polosnya ke absen 33, “Kamu mau ngerjain aku ya?”
Haaaaaaahh? Pede bgt kaaaaan?
Karna ulahnya yg kepedean ituu, kita berencana untuk ngerjain dia separah mungkin sampe dia bener-bener marah, hahaha
Okee, penderitaannya berlanjut.
Waktu pelajaran Matematika, Bu Wahyu, guru Matematika kita yg baik hati dan tidak sombong itu, mau membantu kita ngerjain Bahalwan dengan senang hati. hahaha ![]()
Bu Wahyu nyuruh Bahalwan ngerjain beberapa soal matematika yg susah bgt.
Karna Bahalwan gak lancar ngerjainnya, alhasil Bu Wahyu yang jarang marah ini jadi marah-marah terus ke Bahalwan.
Kasian juga ngeliat Bahalwan :p
Waktu udah slese ngerjain soal itu, Bu Wahyu ngucapin selamat ulang tahun dan si absen 17 mengeluarkan kue tart warna oranye (warna kebanggaan P_GASUS hahaha).
Dan pesta dimulai..
Anak-anak mulai heboh dengan kuenya dan….
Kita semua tolet-toletan krim nya kue tart itu.
Ada yg kena pipi sampe ada yang kena jilbab.
Yang terparah tetap Bahalwan, bajunya kotor semua hahaha
Apakah penderitaan berakhir? tentu TIDAK.
Pas plajaran komputer, entah kenapa lab. komp nya dikunci, alhasil kita semua meng-geje ria.
Banyak anak yang akhirnya ke kantin, termasuk aku, tapi tanpa bahalwan.
Di sana kita mulai membuat rencana jahat, hehe.
Kita urunan beli okky jelly drink macem-macem rasanya.
Dari anggur, jeruk, stroberi, semua dicampur jadi satu.
Dikocok di tempat minumku.
Campuran laknat itu untuk apa? untuk nyiram Bahalwan.
Anak-anak (tidak termasuk aku) menggiring bahalwan ke kamar mandi belakang kelasku.
dan…
byooooooorrr
Bahalwan keluar dengan baju berlumuran okky jelly drink ![]()
Puaas sekali melihatnya hahahaha
Apa penderitaan sudah berakhir? BELUM
Kita turun ke perpustakaan dan Odit pura-pura hapenya raib entah kemana.
Dan tentu saja semua tuduhan dialamatkan ke Bahalwan.
Kenapa? Karna Bahalwan orang terakhir yang pinjem hapenya Odit (sial nian dirimu Bahalwan
)
Padahal kami semua cuma pura-pura, karna sebenarnya hape itu dibawa Odit sendiri.
Sampai akhirnya Bahalwan dan kami semua pulang, hape Odit yang “hilang” itu masih tetap “belum ketemu”.
Sadarlah kawan, kalian benar-benar brutal ![]()
Orang-orang gila yang berkumpul jadi satu
di sebuah ruang kelas X-9
Bahalwan, maafkan anak-anakmu ini yaa ![]()
wish you all the best ~
Posted by: tsalitsafajrina on: May 2, 2009
Dari SMP Negeri 1 Surabaya berlanjut ke SMA Negeri 5 Surabaya. Setelah mengikuti Perisai 2008 saya masuk ke kelas X-9. Waktu itu sih nggak tau kalau ternyata di Smala ada kelurga generasi. Ya, saya masuk kelas X-9, itu artinya saya masuk ke dalam keluarga generasi 9 yang selama ini bernama LASSO (Laskar Songo, red.)
Dan saya juga nggak tau kalau di Smala itu tiap tahun ada “cheerliar”. Cheerliar itu kayak cheerleader tapi versi cowok. Cheerliar ini juga -katanya sih- membawa nama gen. Jadi kalau kita bisa menang, berarti itu adalah kemenangan LASSO juga. Semua cowok dalam satu kelas HARUS ikut serta. Nah yang cewek bertugas mempersiapkan. Alhasil, kami yang jangankan untuk kompak, hafal namanya aja belum, agak kebingungan mempersiapkan semuanya. Dari pompom, gerakan, kostum, ribet banget deh nyiapinnya.
Waktu mau pesen kostum (baju kelas), kita anak-anak sekelas membuat forum, mencari nama apa yang bagus buat kelas kita. Dan tercetuslah nama P_9ASUS. Kepanjangannya Pasukan Gaul Spuluh Songo. Ya, biarin deh sok narsis nganggep diri sendiri gaul :p
Alhamdulillah, kami punya mbak-mas gen yang baeeeeeeek banget. Sabar banget sama kita. Mereka mau membantu tanpa diminta. Dan akhirnya, selama sebulan kita latihan, hari itu datang. Cheerliar tampil. Euforianya masih terasa. Kita semua all out banget. Supporternya ada kelas X-9 yang cewek, kelas XI IA 9 aka Popeye, kelas XII IA 9 aka Balsem, dan alumni Lasso juga ikut menyaksikan Cheerliar tampil.
Alhamdulillah banget, kita dapat Juara II. Nggak sia-sia lah perjuangan dan pengorbanan kita semua. Semenjak cheerliar itu, kami semua jadi sangat kompak. Semuanya dilakuin bareng-bareng terus. Bahkan waktu acara Cereal ada lomba Senam yang harus diikuti minimal 20 orang dari tiap kelas. Tapi karena anggota P_9ASUS ini udah terbiasa bareng, akhirnya kita semua satu kelas memutuskan ikut lomba itu. Meskipun kalah, tapi kita seneng banget. Terbukti dengan terkumpulnya foto-foto kita waktu latihan di Cak Durasim :p
Posted by: tsalitsafajrina on: May 2, 2009
Tsalitsa Fajrina Jauhari, itulah nama yang diberikan orang tua saya ketika saya baru menghirup hembusan udara dunia. Ia adalah seorang anak yang selalu ditindas oleh Novan Jauhar Bramanto dan Dhevi Kurnia Jauhari karena dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara (baca : musuh) ini. Tapi jujur dari lubuk hati yang terdalam (ceileh!), saya sangat mencintai mereka berdua. Inilah fakta-fakta tentang saya yang mungkin belum anda ketahui. Perjalanan hidup saya dari TK sampai saya sebesar ini (meskipun tetep kecil).
1. TK
Saat-saat dimana saya masih suka lari kesana kemari dengan rambut berkepang dua. Di sebuah TK bernama TK Gembira yang berada tepat di sebelah sekolah dasar bernama SDN Ploso II, sekolah di mana ibu saya mengajar. Ya, ibu saya adalah guru SD waktu itu. Karena TK saya yang bersebelahan dengan tempat ibu saya kerja, jadinya saya sering banget kabur ke SD terus beli jajan di kantin tanpa bayar waktu jam istirahat, alasannya “biar nanti jajanku dibayar ibuk aja, kan si empunya kantin itu temennya ibuk” hehehe, betapa nakalnya saya waktu itu :p
2. SD
Ya, nggak jauh-jauh lah. Seperti yang saya ceritakan di atas. Ibu saya mengajar di sebuah SD, dan karena itu saya disekolahkan disana. SDN Ploso II-173, sekolah di mana saya mulai mengukir prestasi (halah!). Tapi memang saya cukup berprestasi saat itu. Kelas 2 SD saya belajar Tari Remo. Tariannya susah banget lho. Kata guru saya, dengan umur saya yang masih kecil, bisa menguasai tari remo berbagai versi itu sudah sangat hebat. Selama 6 tahun di SD, saya banyak ikut lomba-lomba dan -Alhamdulillah- sering banget dapat juara. Yang paling berkesan adalah Lomba Pondok Ramadhan se-Kecamatan Tambaksari yang diadakan selama 3 hari 2 malam. Saya berhasil dapat juara kedua, karena itu saya dikirim lagi ke tingkat Kota yang diadakan di Islamic Center selama 3 hari 2 malam juga. Alhamdulillah, kelompok akhwat dari kecamatan kami mendapat juara IV. Kelas 6 saya lulus SD dengan nilai yang cukup memuaskan dan membawa saya masuk ke SMP -yang orang bilang- paling favorit di Surabaya.
3. SMP
Masa-masa yang berkesan dalam hidup saya. Terdampar di SMP Negeri 1 Surabaya, tepatnya di kelas 7i, bersama anak-anak yang saat itu masih cupu sekali. Mulai belajar tentang banyak hal. Berinteraksi dengan banyak orang. Secara selama SD saya selalu berada di bawah nama ibu saya yang cukup dikenal. Tapi di sini, di Spensa, saya harus mulai mengenal berbagai karakter orang dengan latar belakang yang berbeda pula. Di tempat ini juga, saya mulai mengenal cinta. Ya, cinta. 3 tahun. Cinta yang dulu selalu saya definisikan secara sempit. Antara pria dan wanita, cowok dan cewek, hanya itu. Jika saat ini saya ingat tentang masa lalu, saya merasa jahiliyah sekali. Tetapi itu saya anggap sebagai suatu proses kehidupan. Proses di mana kita belum tau apa-apa. Bukankah Allah selalu menilai proses yang kita jalani?
Kembali ke topik. Setelah di 7i berlanjut ke 8D. Kelas yang membuat saya begitu nyaman. Saya jadi teringat pesta kelas. Bertemakan Halloween. Dan tahukah kamu, selesai pesta kelas, kita yang cewek-cewek saling peluk-pelukan dan nangis bareng. Agak berlebihan memang. Tapi kita semua memang nggak rela pisah lagi. Tapi apa daya, kita harus kembali.
Dan akhirnya balik ke 9i. Seru, menarik, berkesan. Kita namakan kelas kami Sangaiie Airlines. Gara-gara suka main pesawat-pesawatan. Sampai pernah pesawatnya keluar kelas dan hampir ketahuan Pak Rochim, haha.. -Astaghfirullah- Terus pernah juga mengadakan pameran lukisan untuk tugas keseniannya Pak Makmoen Abdullah. Kita memakai tema kereta api dan propertinya kain kuning. Selesai pameran, kain bekas itu dibiarkan mangkrak di belakang kelas. Alhasil, timbullah inspirasi dari temen-temen yang cowok untuk dibuat mainan. Bisa tebak mainannya apa? Ya, mereka yang dikenal brandal-brandal sekolah itu mainan pocong-pocongan pakai kain warna kuning itu. Dan siapapun yang jadi pocongnya pasti akan disiksa mati-matian dengan diseret, dipukul, bahkan di-smack down -Ya Allah, brutal sekali kalian-
Yaa, itulah cerita semasa SMP. Saya lulus UNAS SMP dengan nilai yang cukup memuaskan. Alhamdulillah saya terdampar di SMA Negeri 5 Surabaya. Sekolah yang kata orang paling favorit di Surabaya ini.